GFGPHOTOGRAPHY.COM – Untuk kamu yang baru merintis usaha berupa studio foto ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan untuk memulai usaha tersebut, Mimin akan memberitahukan beberapa point yang paling penting dalam memulai bisnis studio ini, langsung saja kita simak ulasan berikut ini:

  1. Menentukan Jenis Produk dan Pelayanan Studio

Menentukan jenis produk dan pelayanan studio sejak awal akan mempermudah kamu untuk melakukan aktifitas promosi, untuk menentukan jenis produk dan pelayanan yang tepat kamu bisa menggunakan metode riset pasar terhadap target market dimana studio tersebut dirintis. Dari hasil riset yang telah dilakukan itu nanti yang akan menentukan jenis produk dan pelayanan yang tepat sasaran.

Biasanya orang yang akan membuka bisnis studio sudah memiliki gambaran tentang lahan usaha apa yang akan ia geluti, contoh pelayanannya ialah cetak foto, pemotretan pas foto, dokumentasi event, dokumentasi pernikahan, pemotretan prewedding, pembuatan foto produk, pemotretan model, digital imaging, re-touch foto, dan lain sebagainya.

Bahkan ada juga studio yang sekaligus menjual peralatan seperti kamera, tripod, lighting, album, bingkai, dan aksesoris pelengkap lainnya, selain itu ada juga yang sekalian membuka jasa fotocopy dan penjilidan.

Untuk dapat menentukan jenis pelayanan memang tidak mudah, maka dari itu harus disesuaikan dengan modal yang kamu miliki. Selain itu, apapun jenis layanan dan produk yang akan dijual di pasaran, pastikan produk dan layanan itu yang terbaik dan telah sesuai target pasar.

  1. Menentukan Harga Produk dan Layanan

Sampai saat ini harga masih merupakan hal yang sensitif dan menjadi pertimbangan konsumen untuk mengambil keputusan menggunakan jasa fotografi, maka dari itu untuk mempertimbangkan harga yang akan diberikan kepada konsumen menjadi point yang cukup penting.

Penetapan harga bisa di lakukan berdasarkan pendekatan biaya-biaya yang dikeluarkan, bisa juga berdasarkan besarnya kebutuhan atau permintaan konsumen, bisa juga dengan seberapa kuatnya persaingan usaha.

Setelah harga ditetapkan selanjutnya keterbukaan usaha kepada konsumen dengan memanjang daftar harga secara lengkap dan rinci. Daftar harga juga bisa berupa katalog, dan menempelkan label harga pada barang yang akan dijual, seperti bingkai, album, tripod, dan lain sebagainya.

  1. Menentukan Tempat Usaha

Menentukan tempat usaha juga merupakan point yang sangat penting dimana kamu harus punya tempat sebagai pusat usahamu sekalipun kamu hanya menyediakan jasa foto panggilan.

Jika kamu ingin membuka studio foto maka kamu harus menyiapkan beberapa ruangan yang kegunaannya untuk melakukan sesi pemotretan, ruang penyimpanan alat, ruang layanan, ruang edit, ruang pajang untuk memajang barang yang kita jual dan lain sebagainya.

Kebutuhan ruangan yang diperlukan disesuaikan degan kebutuhan semakin besar suatu usaha yang dijalankan secara otomatis juga memerlukan ruang yang lebih besar lagi,seperti ruang untuk pemotretan model dan pemotretan produk dipisah, ruang tunggu, ruang make up, ataupun ruangan yang difungsikan untuk para karyawan dan administrasi.

Tempat merupakan element penting untuk membangun citra perusahaan di mata konsumen, maka dari itu studio dibuat dengan dekorasi semenarik mungkin dan memiliki karakter yang kuat, dibangunnya karakter terhadap sebuah perusahaan bertujuan untuk menciptakan Brand tersendiri yang berbeda dari yang lainnya.

  1. Melakukan Promosi

Setelah menemukan jenis produk dan pelayanan serta telah menentukan harga dan menemukan lokasi tempat yang jelas, hal itu sudah bisa menjadi modal untuk melakukan promosi.

Untuk usaha yang baru merintis, melakukan promosi sejak awal merupakan langkah yang strategis, kegiatan promosi bisa dilakukan dengan berbagai cara dari mulai hal-hal kecil contohnya memberitahukan ke sanak saudara, teman, rekan kerja atau juga dengan menggunakan strategi bauran promosi (promotion mix).

Promotion mix merupakan perangkat komunikasi yang dirancang untuk berbagai kegiatan promosi, contohnya seperti Periklanan (Advertaising), Promosi Penjualan (Sales Promotion), Hubungan Massa (Publik Relation), Publisitas (Publisity), Pemasaran Perorangan (Personal Selling), dan Pemasaran Langsung (Direct Selling). Dari banyaknya Opsi yang ada pada strategi bauran promosi ini, dalam konteks merintis usaha studio di sesuaikan dengan kebutuhan dan biaya promosi yang ada.

  1. Menyiapkan Peralatan yang di Butuhkan

Satu hal yang tidak kalah penting yaitu menyiapkan alat yang dibutuhkan studio untuk pemotretan, untuk studio mini kebutuhan alatnya mungkin tidak sekomplit studio studio yang sudah besar, beberapa contoh alatnya seperti, kamera, tripod, payung reflector, background foto, flash eksternal, dan komputer untuk keperluan mengolah data.

  1. Memiliki SDM yang Terampil dan Profesional

Merintis usaha studio foto agar cepat berkembang harus memiliki SDM yang terampil da profesional, baik itu fotografer, editor, videografer, tim pemasaran, maupun bagian administrasi. Sebuah usaha yang didukung oleh SDM yang mumpuni bisa di pastikan memiliki peluang yang lebih baik dibandingkan yang didukung oleh SDM yang apa adanya.

Contohnya saja fotografer, dia setidaknya harus menguasai peralatan kamera yang ia gunakan, teknik memotret, pengaturan pencahayaan, dan kreatif. Sedangkan untuk Editor foto, dia harus paham tentang pengolahan image foto menggunakan komputer, terampil menggunakan software digital imaging, memiliki kepekaan artistik yang cukup baik, kreatif, dan lain sebagainya.

Kreativitas menjadi salah satu modal besar untuk merintis usaha studio foto, dengan kreativitas dapat menghasilkan produk dengan ciri khas tersendiri dan beda dari yang lain. Selain kreativitas ada juga kerja tim, dengan kerja tim dan membangun komunikasi yang baik akan menciptakan suasana kerja yang nyaman dan terkendali, dan dengan komunikasi yang baik antar rekan kerja juga mampu mengurangi tingkat kesalahan dalam bekerja.

  1. Management yang Baik

Fungsi management dalam usaha sangat penting dengan adanya management maka semua alur kerja menjadi terpola dan terarah. fungsi management diantaranya ialah : perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), pelaksanaan (Actuating), dan pengawasan (Controlling).

Fungsi management akan lebih baik jika dilakukan oleh setiap bagian dalam perusahaan, baik itu fotografer, bagian administrasi, editor, dan bagian lainnya, akan menghasilkan sebuah perusahaan yang kinerjanya terkonsep dan memiliki pola.

Itu tadi sekilas informasi dari kami semoga bermanfaat. Jangan takut gagal karena kegagalan adalah kunci menuju kesuksesan, selamat berwirausaha…

#GFGPHOTOGRAPHYBREBES
#GFGPHOTOGRAPHYKETANGGUNGAN
#GFGPHOTOGRAPHYKUNINGAN
#FOTOGRAFERINDONESIA
#GFGPHOTOGRAPHYINDONESIA
#GFGPHOTOGRAPHYCIREBON
#STUDIOFOTOCIREBON
#STUDIOCIREBON

baca juga: 5 Tema Outfit Ini Recommended Untuk Buku Tahunan Sekolahmu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here